Kamis, 16 Desember 2010
Sepulang Kerja
Jakarta oh Jakarta.
Enjoy Jakarta...
Selasa, 30 November 2010
Acclimatization
Kata-kata penggugah semangat telah ku lahap. Tetapi terasa kurang berarti. Seperti sebuah meteor yang terbakar habis di atmosfir sebelum sampai ke bumi sehingga tak mampu menggetarkan tanah.
Ini memang tak berlangsung lama. Hanya sekedar mukaddimah saja.
Aku percaya ini hanya terpaan sesaat saja. Tak lama.
Beruntung kini aku memiliki motivator ulung yang siap menghembuskan semangat kapan saja.
Rabu, 24 November 2010
TOKO SUAMI
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut. Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko... Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami..
Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 1: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini: Lantai 2: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil
Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 3: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan
cakep banget.
“Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.
Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 : Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada
Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu
pekerjaan rumah.
“Ya ampun !” Dia berseru, “Aku hampir tak percaya”
Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan
seperti ini:
Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,
senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan
rumah, dan memiliki rasa romantis.
Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah
kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak
ada lelaki di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk
wanita yang tidak pernah puas.
Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”. Hati-hati ketika
keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.
Senin, 15 November 2010
Colourless
Entah mengapa langit hanya berwarna hitam dan putih.
Hari ini aku tak melihat hijaunya dedaunan.
Entah mengapa daun-daun hanya berwarna hitam dan putih.
Hari ini aku tak melihat warna-warni kendaraan yg terhenti karena kemacetan.
Entah mengapa mobil-mobil hari ini hanya berwarna hitam dan putih.
Sinar matahari pagi yang biasa selalu indah kini terasa kusam.
Tangan ku serta kaki ku juga terasa lumpuh. Semangat ku entah terselip dimana.
Yang ditakutkan dari sebuah pertemuan adalah perpisahan. Tetapi ada yang lebih ditakutkan dari perpisahan yaitu kehilangan.
Mungkin itulah penyebab mengapa hari ini aku hanya melihat hitam dan putih. Ya, mungkin.
Minggu, 14 November 2010
Bye-bye Full Moon
Lewat sudah.
Bulan yg paling terang, yang penah kulihat selama aku hidup di dunia telah lewat.
Entah dimana aku akan menemukan bulan seindah dan seterang itu lagi.
Jika ada duplikatnya, akan ku kejar dia hingga ke ujung dunia.
Tapi aku pesimis untuk menemukan yg seelok itu lagi.
Perasaan ini tak dapat disembunyikan.
Air mata ini tak dapat ditahan.
Kekecewaan harus ditelan.
Selamat jalan, bulan.
Bulan paling terang.
Selasa, 09 November 2010
Istana 1000 Cermin
Di desa yang sama, seekor anjing kecil lain, yang tidak begitu bahagia sebagaimana yang pertama, memutuskan untuk mengunjungi istana tersebut. Ia perlahan-lahan menaiki tangga dan menundukkan kepalanya rendah, seketika ia memandang ke pintu. Ketika ia melihat 1000 anjing yang tidak ramah sambil menatap ke arahnya, ia menggeram pada mereka dan merasa ngeri ketika melihat 1000 anjing kecil lainnya menggeram ke arahnya. Lalu ia pergi, ia berpikir untuk dirinya sendiri, "Itu adalah tempat yang mengerikan, dan aku tidak akan pernah kembali ke sana lagi."
Semua wajah di dunia adalah cermin.
Refleksi macam apa yang Anda lihat di wajah orang yang Anda temui?
sumber: Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi

Kamis, 04 November 2010
Surat Cinta Seorang HABIBIE
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan,calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE





